Calendar

September 2018
M T W T F S S
« Feb    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
;

Semarak peringatan HKN Dinas Kesehatan Tulungagung

Bertempat di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, pada Jum’at (02/02/2018) lalu dilaksanakan acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke 53. Dihadiri oleh Bapak Wakil Bupati Tulungagung, Drs. H. Maryoto Birowo, MM acara berlangsung lancar dan meriah. Diawali dengan senam bersama seluruh staf Dinas Kesehatan beserta segenap Puskesmas se Kabupaten Tulungagung dan juga rekan-rekan dari RSUD dr Iskak dan rumah sakit swasta se Tulungagung.

Bapak Wakil Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan ikut senam bersama seluruh staf

Dalam sambutannya, Bapak Wakil Bupati menyampaikan pentingnya selalu menjaga kesehatan fisik bagi setiap karyawan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit. Karena dengan tubuh yang selalu sehat maka kinerja akan semakin meningkat dan akan menghasilkan pekerjaan yang optimal.

Acara kemudian dilanjutkan dengan gerak jalan yang mengambil rute kantor Dinas Kesehatan ke timur hingga RSUD kemudian ke utara sampai dengan perempatan patung polisi kedungwaru yang dilanjutkan ke arah barat sampai jalan raya pahlawan hingga kembali ke kantor Dinas Kesehatan.

Selanjutnya acara diteruskan dengan hiburan dan pengundian nomer undian yang sebelumnya setiap peserta gerak jalan diberikan kartu nomer undian saat di tengah perjalanan. Acara yang juga dihadiri oleh BPJS dan klinik berjalan meriah dan lancar hingga pukul 10.00 wib. (afs/dinkes)

Negara Menjamin Ketersediaan dan Keamanan Vaksin Untuk ORI dan Imunisasi Rutin

Salah satu upaya yang tengah digencarkan dalam penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) Difteri adalah outbreak respons immunization(ORI) di daerah yang ditemukan kasus, dengan tujuan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat dengan menutup immunity gap sehingga diharapkan dapat memutus mata rantai penularan. Karena itu, ORI Difteri sebanyak tiga putaran perlu dilakukan untuk membentuk kekebalan tubuh dari bakteri penyebab Difteri, corynebacterium diphteriae.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pelaksanaan ORI tersebut membawa konsekuensi terhadap melonjaknya kebutuhan akan tiga jenis vaksin yang mengandung Difteri (DPT-HB-Hib, DT dan Td) yang digunakan untuk kegiatan ORI dan kegiatan imunisasi rutin.

Untuk itu, guna mendukung penyelenggaraan ORI, Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek; Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf; Wakil Ketua Komisi IX, Ermalena; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar; meninjau secara langsung kesiapan produksi serta melihat proses pembuatan, pengemasan hingga penjaminan mutu dan kualitas vaksin yang diproduksi PT. Biofarma, BUMN Indonesia produsen vaksin dan antisera terbesar di Asia Tenggara, yang berlokasi di Jalan Pasteur Bandung, Sabtu pagi (13/1).

Rombongan tiba sekitar pukul 8.35 WIB disambut secara langsung oleh Dirut PT Biofarma, Juliman, dan jajarannya.

Menkes hadir didampingi Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan  Kemenkes, Maura Linda Sitanggang; Kepala Badan Litbangkes Kemenkes, Siswanto; Staf Khusus Menkes, Yudhi Ishak Juarsa; dan beberapa pajabat eselon II terkait.

Pada kesempatan tersebut, Menkes menyatakan bahwa vaksin yang diproduksi oleh Biofarma cukup untuk memenuhi kebutuhan ORI dan program imunisasi rutin di dalam negeri. Seperti diketahui, dalam menghadapi KLB Difteri, Biofarma akan menambah kapasitas produksi vaksin yang mengandung Difteri dengan memaksimalkan (meningkatkan) produksi dari kapasitasnya semula 15 juta vial per tahun menjadi 19,5 juta vial.

”Cukup. Untuk upaya penanggulangan KLB Difteri sebanyak 19,5 juta vial tahun 2018 akan tersedia untuk Indonesia”, tutur Menkes.

Menkes menyatakan kebanggaannya terhadap Biofarma yang sudah lebih dari satu abad lamanya berkiprah dalam pengembangan vaksin untuk pencegahan penyakit. Apalagi kualitas dan keamanan produknya telah diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan dipergunakan tidak hanya di Indonesia, namun diekspor ke 130 negara, termasuk ke 57 negara islam, salah satunya Saudi Arabia.

”Apa yang kita sama-sama sudah lihat, jelas sekali membuat vaksin itu sangat tidak sembarangan”, ujar Menkes.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Dirut PT. Biofarma, Juliman, yang menyatakan bahwa semua vaksin yang diproduksi Bio Farma untuk program (ORI), program imunisasi nasional dan ekspor, sangat terjamin kualitas, keamanan, dan khasiatnya.

”Seluruh vaksin yang diproduksi Bio Farma, telah melewati seragkaian pengujian yang ketat, untuk mendapatkan release (ijin edar) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). Bahkan untuk dapat mengekspor vaksin, produk Bio Farma harus diaudit oleh WHO”, ujar Juliman.

Ditambahkan pula, Biofarma berkomitmen akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri, sehingga permintaan ekspor telah dinegosiasi untuk dijadual ulang setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Pengalihan pasokan ekspor hanya diperuntukkan bagi vaksin yang mengandung difteri saja.

”Sedangkan untuk vaksin lain seperti campak, polio, dan sebagainya masih tetap dapat kami penuhi untuk kebutuhan ekspor”, imbuhnya.

Ditekankan pula oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf menyatakan stok vaksin harus dijaga agar terpenuhi kebutuhan dan mencegah agar jangan sampai terjadi kelangkaan.

”Kita melihat dari sisi fasilitas dan sebagainya, kesanggupan dari Biofarma, kan produksi ini kan sebagian untuk kebutuhan dalam negeri sebagian lagi untuk ekspor. Nah, khusus untuk ORI ini maka yang diekspor ditahan dulu untuk kebutuhan nasional. Artinya ada jaminan dari BUMN dalam konteks ini Biofarma untuk menjaga stok vaksin”, terang Dede.

Sementara itu, menjawab pertanyaan media seputar keamanan vaksin, Dede Yusuf menegaskan bahwa masyarakat perlu mengatahui bahwa Biofarma sudah dijadikan center of excelent untuk mensuplai negara-negara Islam yang tergabung di dalam Organisasi Kesehatan Islam (OKI).

”Bahkan Arab Saudi pun mengambil dari Biofarma. Dari 57 negara OKI ada 7 yang memproduksi vaksin, tapi yang diakui WHO itu Biofarma. Dari situ saja kita sudah bisa melihat, vaksin ini aman bagi umat muslim”, tandasnya.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Disiarkan kembali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. (dinkes)

Dinkes Tuban belajar bersama SIKDA di Tulungagung

Sebanyak 3 (tiga) orang karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban pada Rabu (29/11) mengunjungi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dalam rangka Pembelajaran Aplikasi SIKDA Generik 1.4.

IMG_7787-web

Tim Studi Banding dari Dinkes Tuban berfoto bersama di Puskesmas Simo (har/pkm simo)

Kunjungan yang dilaksanakan atas rekomendasi Sub Bagian Penyusunan Program dan Anggaran, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ini diterima oleh Tim SIK Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung di Ruang Sub Bagian Perencanaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Tim Studi Banding dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban melaksanakan sesi tanya jawab bersama Tim SIK. Dalam diskusi ini diketahui bahwa aplikasi SIKDA Generik 1.4 masih dalam taraf uji coba di 17 Puskesmas dari 33 Puskesmas yang ada di Tuban. Selanjutnya mereka ingin mengetahui apa saja kendala yang dihadapi di Kabupaten Tulungagung dalam penerapan aplikasi SIKDA Generik dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini.

Setelah tanya jawab, kegiatan dilanjutkan melihat secara langsung pelaksanaan penggunaan Aplikasi SIKDA Generik 1.4 di Puskesmas Simo. Diawali dengan diskusi bersama Kepala Puskesmas Simo, Ragil Prihatin,S.Sos, selanjut para tamu melihat proses penggunaan aplikasi yang dilaksanakan di bagian Pendaftaran, Poli Umum, Poli Gigi, KIA, dan Apotek.

Kunjungan berlangsung hingga pukul 14.00 wib dan kemudian dilanjutkan kembali sesi diskusi hasil pengamatan langsung aplikasi SIKDA. (afs/dinkes)

Dinkes siapkan pelayanan kesehatan di kantor Pengadilan Negeri

Bertempat di ruang sidang Pengadilan Negeri Tulungagung pada Rabu (25/10) dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dinas Kesehatan dan Pengadilan Negeri tentang Pelayanan Kesehatan Primer di Pengadilan Negeri Tulungagung. Acara ini dihadiri oleh segenap karyawan kantor Pengadilan Negeri Tulungagung dan juga pejabat struktural lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.

IMG_7205

Dalam kerjasama ini nantinya, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung akan menyiapkan tenaga paramedis yang akan selalu siap melayani kebutuhan karyawan kantor Pengadilan akan pelayanan kesehatan. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Mochamad Mastur, MM. menyampaikan bahwa dalam pelaksanaannya nanti, layanan kesehatan yang akan diberikan selain promotif dan preventif juga meliputi kuratif dan rehabilitatif.

Selanjutnya, pihak pelaksana dalam hal ini Puskesmas yang ditunjuk nanti adalah dari Puskesmas Simo dan Kedungwaru. Dalam pelaksanaannya nanti kedua Puskesmas ditunjuk akan membuat jadwal pelayanan kesehatan di lingkup kantor Pengadilan Negeri Tulungagung dengan tentu menyesuaikan dengan jadwal kegiatan yang ada di Puskesmas tersebut.

Acara berlangsung lancar dan ditutup dengan berfoto bersama. (afs/dinkes)

Puskesmas Tiudan dan Pagerwojo siap maju akreditasi

Dihadiri oleh segenap pejabat struktural lingkup Dinas Kesehatan dan lintas sektor terkait, pada Minggu (15/10) malam lalu dilaksanakan seremonial penyambutan Tim Surveior Akreditasi Puskesmas di Ruang Singgasana, Hotel Istana, Tulungagung.

IMG_7068-web

Kepala Puskesmas Tiudan membacakan perjanjian komitmen di hadapan tim surveior beserta Bapak Kepala Dinas Kesehatan dan Sekretaris Daerah

Acara ini juga dihadiri dan dibuka langsung oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Ir. Indra Fauzi, MM yang dalam hal ini mewakili Bapak Bupati Tulungagung yang berhalangan hadir karena sedang mengikuti kegiatan lain di Jakarta. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menyampaikan harapan besarnya agar seluruh Puskesmas di Kabupaten Tulungagung bisa lolos proses akreditasi dengan hasil yang baik didampingi oleh Tim Surveior Akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dalam acara ini dilaksanakan penandatanganan perjanjian komitmen Kepala Puskesmas Tiudan dan Pagerwojo bahwa selama proses survei dari Tim Kementerian Kesehatan ini nanti, para kepala puskesmas bersedia untuk mengikuti proses dan tidak akan meninggalkan puskesmas selama proses survei berlangsung. Selanjutnya disampaikan juga pengarahan dan pemaparan teknis proses survei akreditasi oleh ketua Tim Surveior.

Hasil survei yang akan dilaksanakan di Puskesmas Tiudan dan Pagerwojo oleh Tim ini nantinya akan menjadi rekomendasi ke pusat untuk menentukan lolos atau tidaknya puskesmas dalam proses akreditasi. Acara berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 21.00 wib (afs/dinkes)