Calendar

April 2016
M T W T F S S
« Mar    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Peringati Hari TB Sedunia, Dinkes adakan Senam Massal

Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret sebagai momen untuk meningkatkan komitmen dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengendalian penyakit TB. Peringatan TB Day 2016 mengusung tema “Gerakan Keluarga Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis, melalui Gerakan Temukan TB Obati Sampai Sembuh (TOSS TB)” bertujuan mengajak seluruh lapisan masyarakat bergerak bersama yang diawali dari keluarga untuk mendukung pengendalian Tuberkulosis sehingga dunia terbebas dari penyakit TB.

Atas dasar hal tersebut diatas, pada Jum’at (18/03) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Senam Massal yang diikuti oleh kurang lebih 450 peserta dari lingkup Dinas Kesehatan, PCNU, Badan Otonom, Kader TB, Puskesmas se-Kabupaten dan masyarakat umum. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Dinas Kesehatan ini berlangsung meriah karena selain Senam juga diadakan pelepasan balon, kenduri bersama, kemudian ada Orasi tentang TB dan juga penyebaran leaflet informasi mengenai TB. Acara berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 wib.

Selain kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan juga mengadakan kegiatan Blusukan ke Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut pada Rabu (23/03). Kegiatan yang mentargetkan edukasi tentang Tuberkulosis kepada kurang lebih 155 KK di desa Ngunut ini dilaksanakan oleh Kader CEPAT-LKNU sebanyak 31 orang. Tujuannya memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang penyakit Tuberkulosis dan menyarankan untuk segera merujuk apabila ada saudara atau tetangga yang terindikasi terkena penyakit tersebut. (afs/dinkes)

Ayo sukseskan Imunisasi Polio Tahun 2016 di Tulungagung

Bertempat di Taman Posyandu Seruni II, Desa Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban pada hari Selasa (08/03) dilaksanakan pemberian Imunisasi Polio bagi anak usia 0-59 bulan (balita) sejumlah 54 anak yang tinggal di desa Sumberdadap dan sekitarnya.
Pemberian imunisasi sekaligus mengawali Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Tahun 2016 yang dilaksanakan serentak di Pos PIN, Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit serta pos pelayanan imunisasi lainnya di bawah koordinasi Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia.
PIN 2016

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE., M.Si turut memberikan imunisasi polio. (afs/dinkes)

Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Tulungagung Syahri Mulyo SE., M.Si beserta istri yang dalam kunjungannya bertujuan untuk meninjau dan memberikan dukungan secara langsung dalam pelaksanaan PIN yang digelar mulai tanggal 8 – 15 maret ini.
Indonesia, bersama dengan negara-negara di Regional Asia Tenggara telah mendapatkan Sertifikat Bebas Polio dari World Health Organization (WHO) pada tanggal 27 Maret 2014. Namun, meskipun telah dinyatakan bebas polio, risiko penyebaran polio di Indonesia tetap tinggi selama virus polio liar masih bersirkulasi di dunia dan faktor risiko untuk terjadi penularan masih tetap ada oleh karena kekebalan masyarakat yang belum optimal yang disebabkan karena masih terdapatnya daerah-daerah kantong dengan cakupan imunisasi polio rutin yang rendah selama beberapa tahun.Penularan virus polio yang berasal dari luar negeri (importasi) pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2005, padahal sebelumnya sudah 10 tahun Indonesia tidak memiliki kasus polio. Kejadian tersebut dimulai dari kasus di Sukabumi pada Januari 2005, dan kemudian menyebar ke provinsi lain di pulau Jawa dan Sumatera, dengan total kasus 305 anak. Virus polio import tersebut diduga berasal dari Nigeria yang menyebar melalui Timur Tengah. Penularan tersebut terjadi terutama pada anak-anak yang rentan terhadap penyakit polio oleh karena belum mendapat imunisasi polio sama sekali atau imunisasi polio yang diperoleh belum lengkap. Berdasarkan keadaan ini, maka Indonesia harus melakukan pemberian imunisasi tambahan polio untuk mendapatkan kekebalan masyarakat yang tinggi sehingga akan dapat mempertahankan status bebas polio yang telah diperoleh dan juga sebagai upaya untuk mewujudkan Dunia Bebas Polio. (afs/dinkes-depkes.go.id)

Dukung Pekan Imunisasi Nasional (PIN), MUI Terbitkan Fatwa Tentang Imunisasi

Dukungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi sebuah kabar gembira menjelang pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang akan diselenggarakan secara serentak pada 8-15 Maret 2016. MUI secara resmi mendukung proses dan kegiatan imunisasi untuk balita atau anak-anak melalui penerbitan Fatwa MUI Nomor 4 tahun 2016 tentang Imunisasi pada 23 Januari 2016 lalu.

Menurut Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, terbitnya Fatwa MUI ini akan berkontribusi besar dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengimunisasi anak-anaknya. Seperti kita ketahui, hingga saat ini, masih cukup banyak masyarakat yang enggan membawa anaknya untuk imunisasi karena masih ragu mempertimbangkan halal atau haram.

Banyak masyarakat menunggu, mereka melihat fatwa MUI itu sebagai acuannya. Nah, ini fatwanya sekarang sudah terbit, ujar dr. Jane, usai membuka Pertemuan Nasional Sosialisasi Fatwa MUI tentang Imunisasi di Bogor, Minggu malam (21/2).

Dalam kesempatan yang sama, berkaitan dengan perdebatan tentang halal atau haramnya imunisasi, Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof. Dr. H. Hasanuddin AF, MA, menyatakan bahwa pada dasarnya, imunisasi boleh dilakukan.

“Ini menjadi wajib hukumnya, bila tanpa imunisasi, ternyata melahirkan gangguan atau wabah penyakit di masyarakat, tuturnya di hadapan perwakilan MUI dari 34 Provinsi, serta perwakilan organisasi masyarakat seperti Aisyiyah, Muhamadiyah, Nahdatul Ulama (NU), dan Muslimat NU.

Sesuai dengan ketentuan hukum yang telah tercantum dalam fatwa MUI tersebut, imunisasi pada dasarnya diperbolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Dalam hal seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan penyakit berat atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, bahkan kematian, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

Karena itu, fatwa MUI tersebut merekomendasikan kepada para orang tua dan masyarakat wajib berpartisipasi menjaga kesehatan, termasuk dengan memberikan dukungan pelaksanaan imunisasi.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Diteruskan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. (sumber)

Tahun 2016, Belum Ada Virus Zika di Indonesia

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menegaskan bahwa kematian Inka Wardhana bukan akibat virus Zika.

Perlu diketahui bahwa saat ini konfirmasi pemeriksaan virus Zika hanya bisa dilakukan di laboratiorium tertentu, yaitu Balitbangkes Kemenkes dan Lembaga Biomolekuler Eijkman. Sepanjang tahun 2016 tidak ada laporan hasil konfirmasi virus Zika dari kedua lab tersebut.

Namun demikian, Kementerian Kesehatan menghimbau agar masyarakat dapat turut aktif melakukan pencegahan kemungkinan tertularnya virus Zika dengan menghindari gigitan nyamuk Aides Agypti, khususnya pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M. Juga ikut melakukan pengawasan jentik nyamuk dan meningkatkan daya tahun tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. Dan diteruskan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.

Puskesmas Sembung Peringati HKN dengan Fun Game

Bertempat di halaman Puskesmas Sembung pada Jum’at (13/11) yang lalu dilaksanakan kegiatan Senam dan Fun Game yang diikuti oleh seluruh karyawan/karyawati Puskesmas yang beralamat di Jl Moh. Hatta No.36 Sembung, Tulungagung tersebut.

Suasana fun game dalam rangka HKN-51 di Puskesmas Sembung (ist)

Suasana fun game dalam rangka HKN-51 di Puskesmas Sembung (ist)

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 51 yang mengambil tema “Generasi Cinta Sehat, Siap Membangun Negeri”. Adapun fun game yang dilaksanakan terdiri dari permainan balap kelereng, lomba makan kerupuk dan lomba memasukkan paku ke dalam botol.

Suasana permainan meriah, terlebih bagi para pemenang telah disediakan hadiah yang menarik dari Kepala Puskesmas Sembung, Siswanto, SKM. Tujuan kegiatan ini selain untuk memeriahkan peringatan HKN juga untuk memupuk rasa kebersamaan dan kesetiakawanan antar karyawan. (afs/har/dinkes)