Galeri Satgas Covid-19

Calendar

October 2020
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Perkembangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung

*Data dapat Berubah Sewaktu – Waktu

20201019_perkembangan covid19

Kasus Konfirmasi Baru : (+1) Kec. Tulungagung
Sembuh Baru : (+7) +3 Kec. Ngantru; +1 Kec. Bandung; +1 Kec. Rejotangan; +1 Kec. Tulungagung; +1 Kec. Pakel
Meninggal Baru : Tidak ada

Dinkes kunjungi Trenggalek pelajari cara atasi Stunting

IMG_8932 (Large)

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung memberikan cinderamata kepada Sekda Trenggalek

  Pada Selasa (06/10) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melaksanakan Kaji Banding ke Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek untuk menimba ilmu atas keberhasilan Trenggalek dalam penurunan jumlah Lokasi Fokus (Lokus) Stunting.

    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah usia 5 tahun (balita). Stunting mengganggu pertumbuhan fisik dan otak anak. Secara fisik, anak stunting memiliki tinggi badan di bawah standar pertumbuhan anak normal seusianya. Di Kabupaten Trenggalek keberhasilan dalam penanganan masalah gizi ini tidak lepas dari kerjasama yang baik lintas OPD yang ada. Selain Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek sebagai leading sector program ini, Bappeda beserta Kecamatan dan Desa bahu membahu untuk mewujudkan penanganan penurunan angka stunting di Trengalek terlaksana dengan baik.

         Rombongan Dinkes Tulungagung diterima di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek yang kemudian menyimak paparan dari Bupati Trenggalek yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah, Joko Irianto. Dalam kesempatan itu pula dilakukan diskusi tanya jawab untuk membahas bagaimana kendala dan permasalahan yang terjadi dalam penanganan penurunan angka stunting di Kabupaten Trenggalek.

          Selanjutnya, rombongan mengunjungi Desa Nglebo yang masuk wilayah kerja Puskesmas Suruh sebagai salah satu desa Lokus Stunting di Kabupaten Trenggalek. Disana rombongan bertemu langsung dengan unsur pemerintahan desa beserta kader posyandu yang terjun langsung dalam pelaksanaan penanganan penurunan angka stunting untuk berdiskusi sharing pengalaman. (afs/dinkes)

Pentingnya keamanan pangan dalam situasi Pandemi.

WhatsApp Image 2020-09-29 at 13.15.11Hak untuk memperoleh pangan yang aman dan bergizi adalah sama tingkatannya dengan hak untuk bebas dari kelaparan. Rome Declaration on World Food Security 2006  – World Health Organization (WHO) mencatat jutaan orang jatuh sakit, bahkan banyak yang meninggal akibat mengkonsumsi pangan yang tidak aman. Diperkirakan lebih dari 200 jenis penyakit yang ditimbulkan karena mengkonsumsi pangan yang tercemar. Untuk itu, perlu praktek penanganan pangan yang baik untuk menghindarkan pangan menjadi tercemar sekaligus mencegah penyakit akibat pangan. Perlu komitmen bersama dari seluruh komponen bangsa untuk berperan aktif meningkatkan keamanan pangan sepanjang rantai pangan mulai dari produksi, peredaran, hingga konsumsi.

Hal tersebut disampaikan Bapak Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad, MMRS dalam penyampaian materi “KAMPANYE KEAMANAN PANGAN” yang dilaksanakan di Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung pada hari Selasa (28/09) yang lalu. Selain itu Bapak Kepala Dinas juga berpesan selain makanan yang aman perlunya konsumsi gizi yang seimbang, perbanyak buah dan sayur untuk meningkatkan imunitas tubuh dan tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah dan memutus rantai penularan COVID 19. (msd/afs/dinkes)

Penjelasan Produk Herbal yang dapat menyembuhkan COVID-19

postinganBeberapa waktu yang lalu marak beredar video youtuber tanah air yang membahas tentang adanya obat herbal yang bisa menyembuhkan COVID-19. Masyarakat diharap tidak langsung menelan mentah-mentah informasi yang beredar tersebut. Meskipun youtuber tersebut sudah memiliki jutaan follower, biasakan untuk cek dan ricek sebuah informasi yang beredar di dunia maya sebelum menganggap itu sebagai suatu kebenaran dan menyebarluaskannya.

Dalam video yang sempat viral itu, pemilik channel yang juga musisi terkenal itu melakukan interview dengan orang yang kabarnya Professor yang menemukan obat herbal untuk menyembuhkan Covid-19. Karena dianggap memberikan informasi yang kurang kredibel dan berpotensi menyesatkan masyarakat, video itu pun di-banned oleh pihak Youtube dan akhirnya dihapus.

Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai penanggungjawab atas beredarnya informasi yang berkaitan dengan kesehatan memandang perlu untuk memberikan penjelasan sebagai berikut :

  • Sampai saat ini Pemerintah dalam hal ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat menyembuhkan pasien COVID-19.
  • Dari data produk yang terdaftar di Badan POM, produk herbal yang dinyatakan dalam informasi tersebut adalah Produk Obat Tradisional yang memiliki merek dagang Bio Nuswa dengan klaim yang disetujui yaitu membantu memelihara daya tahan tubuh. Produk Bio Nuswa tersebut didaftarkan oleh PT. Saraka Mandiri dengan Nomor Izin Edar POM TR 203 636 031 berlaku mulai 14 April 2020 hingga 14 April 2025. Namun sampai saat ini PT. Saraka Mandiri belum pernah memproduksi produk Bio Nuswa.
  • Pemerintah menegaskan kepada pelaku usaha termasuk produsen agar selalu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan harus memenuhi peraturan untuk jaminan aspek keamanan, khasiat (efikasi), dan mutunya. Termasuk peraturan terkait izin edar, iklan, dan label, antara lain klaim yang harus sesuai dengan izin yang diberikan pada saat pendaftaran. Produk ilegal melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan atau Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
  • Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, menggunakan produk herbal secara aman dan tepat dengan cara :
    1. Tidak mempercayai pernyataan seseorang yang menyatakan bahwa obat herbal ampuh mengobati COVID-19, kecuali sudah tervalidasi dengan uji klinik pada manusia.
    2. Lakukan Cek KLIK. Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada Labelnya, pastikan ada Izin edar dari Badan POM, dan pastikan tidak melewati masa Kedaluwarsa.
    3. Konsultasi terlebih dahulu ke Dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu.
    4. Perhatikan peringatan/perhatian yang tercantum pada label.

Definisi Baru Covid-19

WhatsApp Image 2020-07-18 at 12.50.40 (1)