Calendar

July 2015
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Ramadhan Sehat dan Berkah

banner ramadhan- ind-kiriBerikut ada beberapa tips dalam menjalani ibadah puasa ramadhan 1436 H kali ini agar tetap sehat dan aktif, sebagaimana yang kami salin dari website www.depkes.go.id :

 

1. Waktu Sahur

Perbanyak makan makanan berserat seperti buah dan sayuran. Kurangi makanan berminyak, banyak minum air putih

 

2. Pagi, Siang sampai Sore

Beraktifitas seperti biasa, jangan tinggalkan ibadah wajib, perbanyak ibadah sunah.

 

3. Waktu Berbuka Puasa

Mulai dengan secangkir air hangat dan makanan manis.

 

Dan yang paling penting, puasa bukan menambah porsi makan. Artinya, makan malam sesuai porsi dan bergizi seimbang. Kurangi makanan manis, asin dan berlemak. Istirahat cukup untuk bersiap bangun sahur esok hari.

“Saatnya menyesuaikan rutinitas dan gaya hidup agar puasa tetap sehat”

Mantapkan sistem pelaporan informasi kesehatan dengan Sosialisasi SIK

Bertempat di Gedung Pertemuan Sabha Husada Bakti, pada Rabu (10/06) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Pertemuan Sosialisasi Sistem Informasi Kesehatan. Pertemuan yang dihadiri oleh 50 orang terdiri dari 31 orang Pengelola SIK Puskesmas se Kabupaten Tulungagung, 12 Penanggung Jawab Rekam Medik RSU dan RS Swasta se Kabupaten Tulungagung serta undangan dari Bidang dan Seksi lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.

IMG_4865-web

Penyampaian materi dari Narasumber Provinsi

Dalam pertemuan yang juga menghadirkan Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Ibu Desi Aviajiati, SKM, M.Kes, Kasi Informasi dan Litbangkes ini dibahas tentang sejauh mana perkembangan pelaporan data dari fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Tulungagung ke Dinas Kesehatan.

Dimana tujuan diadakannya pertemuan ini adalah tersosialisasinya Sistem Informasi Kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan, dalam hal ini Puskesmas se Kabupaten beserta RSU dan RS Swasta. Adapun tujuan khususnya adalah terwujudnya persepsi yang sama terhadap data dan informasi fasilitas kesehatan yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan. Kemudian dalam pertemuan akan disepakati mekanisme pelaporan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan kontak person pengelola data dan informasi.

Pertemuan berjalan lancar dari pukul 08.00 hingga pukul 13.00 wib. (afs/dinkes)

Belajar Bersama tentang HIV/AIDS bersama masyarakat Doroampel

Bertempat di balai desa Dorampel, pada Rabu (27/05) yang lalu dilaksanakan Pertemuan Sosialisasi tentang HIV/AIDS kepada masyarakat Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Puskesmas Sumbergempol dengan menghadirkan kurang lebih 20 orang undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama serta warga sekitar Desa Doroampel.

IMG-20150527-WA0005Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah agar masyarakat tahu akan bahaya virus HIV dan AIDS. Dalam kegiatan ini disampaikan bagaimana cara masyarakat agar bisa terhindar dari HIV dan penyakit AIDS, apa-apa yang harus dihindari supaya tidak tertular.

Dalam pertemuan ini, dihadiri pula oleh Dokter, Bidan dan Perawat dari Puskesmas Sumbergempol serta tidak ketinggalan Kepala Desa Doroampel beserta staf. Pertemuan dilaksanakan pada pukul 09.00 hingga selesai. (wel/pkm)

Pantau Kinerja dengan PKP

Mulai Senin, 18 Mei 2015 lalu Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melaksanakan evaluasi Pelaksanaan Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) Tahun 2014 ke Puskesmas. Yang dinilai adalah kinerja Puskesmas pada tahun 2014 yang dinilai pada tahun 2015. Hari pertama kemarin Puskesmas mendapatkan kesempatan pertama untuk dinilai adalah Puskesmas Kedungwaru dan Simo.

Tim Penilai melakukan pemeriksaan dokumen

Tim Penilai melakukan pemeriksaan dokumen

Tim Penilai dari Dinas Kesehatan terdiri dari 2 tim. Untuk Tim 1 ke Puskesmas Kedungwaru sedangkan Tim 2 ke Puskesmas Simo. Adapun yang dinilai adalah sistem administrasi masing-masing program yang ada di Puskesmas, mulai dari ketatausahaan, kepegawaian, program KIA & KB, Perbaikan Gizi, Pemberantasan Penyakit Menular, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Pengobatan Dasar serta Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu. Dan juga program penunjang seperti Laboratorium, UKS dan Kesehatan Gigi dan Mulut.

Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memantau tercapainya tingkat kinerja Puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan Kabupaten. Untuk jadwal lengkap Penilaian Kinerja Puskesmas Tahun 2013 Kabupaten Tulungagung adalah sebagai berikut :

JADWAL PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS TAHUN 2014

YANG DINILAI TAHUN 2015

DINAS KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

No

Puskesmas

Keterangan

Tanggal Kegiatan

Tim

Pukul

1 KEDUNGWARU Senin, 18 Mei 2015 Tim 1 09.30 – selesai
2 SIMO Senin, 18 Mei 2015 Tim 2 09.30 – selesai
3 NGANTRU Selasa, 19 Mei 2015 Tim 1 09.30 – selesai
4 PUCUNG Selasa, 19 Mei 2015 Tim 2 09.30 – selesai
5 BOYOLANGU Rabu, 20 Mei 2015 Tim 1 09.30 – selesai
6 BEJI Rabu, 20 Mei 2015 Tim 2 09.30 – selesai
7 TULUNGAGUNG Kamis, 21 Mei 2015 Tim 1 09.30 – selesai
8 SEMBUNG Kamis, 21 Mei 2015 Tim 2 09.30 – selesai
9 SUMBERGEMPOL Senin, 25 Mei 2015 Tim 1 09.30 – selesai
10 BENDILWUNGU Senin, 25 Mei 2015 Tim 2 09.30 – selesai
11 NGUNUT Selasa, 26 Mei 2015 Tim 1 09.30 – selesai
12 BALESONO Selasa, 26 Mei 2015 Tim 2 09.30 – selesai
13 REJOTANGAN Rabu, 27 Mei 2015 Tim 1 09.30 – selesai
14 BANJAREJO Rabu, 27 Mei 2015 Tim 2 09.30 – selesai
15 KALIDAWIR Kamis, 28 Mei 2015 Tim 1 09.30 – selesai
16 TUNGGANGRI Kamis, 28 Mei 2015 Tim 2 09.30 – selesai
17 PUCANGLABAN Senin, 1 Juni 2015 Tim 1 09.30 – selesai
18 TANGGUNGGUNUNG Senin, 1 Juni 2015 Tim 2 09.30 – selesai
19 KARANGREJO Rabu, 3 Juni 2015 Tim 1 09.30 – selesai
20 KAUMAN Rabu, 3 Juni 2015 Tim 2 09.30 – selesai
21 GONDANG Kamis, 4 Juni 2015 Tim 1 09.30 – selesai
22 TIUDAN Kamis, 4 Juni 2015 Tim 2 09.30 – selesai
23 PAKEL Senin, 8 Juni 2015 Tim 1 09.30 – selesai
24 BANGUNJAYA Senin, 8 Juni 2015 Tim 2 09.30 – selesai
25 BANDUNG Selasa, 9 Juni 2015 Tim 1 09.30 – selesai
26 CAMPURDARAT Selasa, 9 Juni 2015 Tim 2 09.30 – selesai
27 SENDANG Rabu, 10 Juni 2015 Tim 1 09.30 – selesai
28 DONO Rabu, 10 Juni 2015 Tim 2 09.30 – selesai
29 BESUKI Kamis, 11 Juni 2015 Tim 1 09.30 – selesai
30 BESOLE Kamis, 11 Juni 2015 Tim 2 09.30 – selesai
31 PAGERWOJO Senin, 15 Juni 2015 Tim 1 & Tim 2 09.30 – selesai

(afs/dinkes)

Gerakan Nasional “Ayo Kerja” Pada 70 tahun Indonesia Merdeka

Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya
……………………………………………………
Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya
Untuk Indonesia Raya

AYO KERJATujuh puluh Indonesia Merdeka adalah rakhmat tak ternilai dari Allah Yang Maha Kuasa. Kita meyakini sebagaimana para Bapak dan Ibu Bangsa Indonesia meyakini, bahwa Indonesia Merdeka adalah suatu jembatan emas untuk mewujudkan semua harapan berbangsa dan bernegara, yakni: memiliki Indonesia yang “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Harapan itu hanya bisa dicapai dengan kerja. Hanya melalui kerja sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannya. Hanya melalui kerja, bangsa Indonesia akan bisa membangun jiwa dan sekaligus membangun raganya untuk kejayaan Indonesia Raya. Hanya melalui kerja, Republik Indonesia akan dapat berdiri kokoh untuk selama-lamanya dan mampu mewujudkan semua cita-cita mulia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Kerja yang dimaksud bukanlah semata-mata kerja biasa. Kerja haruslah dilakukan dengan keinsyafan akan kekuatan dari Persatuan Indonesia. Kerja yang dilakukan dengan gotong royong. Gotong royong dari seluruh anak bangsa tanpa kecuali. Gotong royong bukan hanya urusan rakyat, para pemimpin-pun harus mampu memberi contoh bergotong royong dalam kerja. Karena kita yakin bahwa tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini dalam aras nasional, regional dan global memerlukan suatu upaya bersama yang melibatkan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Gotong-royong dalam kerja seharusnya menjadi jiwa gerakan perayaan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.

Melalui Gerakan Nasional 70 Tahun Indonesia Merdeka, yang dicanangkan tepat di Nol Kilometer Indonesia di Kota Sabang ini, Presiden Joko Widodo bertekad menjadikannya sebagai titik tolak mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dengan gotong royong. Presiden Joko Widodo ingin menggunakan momentum perayaan 70 tahun Indonesia merdeka untuk memperbarui tekad dalam mewujudkan harapan seluruh rakyat Indonesia. Harapan para petani. Harapan para nelayan. Harapan kaum buruh, Harapan rakyat di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar. Harapan dari segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dengan keinsyafan itulah, dari Nol Kilometer Indonesia ini Presiden Joko Widodo menyerukan: Ayo Kerja! Ayo Kerja! Ayo Kerja! Presiden Joko Widodo mengajak kerja bersama-sama untuk membuat harapan rakyat itu bisa terwujud. Gerakan “Ayo Kerja” ini merupakan satu langkah besar mewujudkan impian Indonesia Merdeka dalam arti sesungguhnya.

Ayo kerja bukanlah slogan semata melainkan sebuah pergerakan. Pergerakan apa? Pergerakan seperti halnya yang pernah dibayangkan oleh Bung Karno, Bapak Bangsa dan Proklamator Kemerdekaan bahwa “…pergerakan kita janganlah pergerakan yang kecil-kecilan; pergerakan kita itu haruslah pada hakekatnya suatu pergerakan yang ingin mengubah sama sekali sifatnya masyarakat, suatu pergerakan yang ingin menjebol kesakitan-kesakitan masyarakat sampai kesulur-sulurnya dan akar-akarnya.” Presiden Joko Widodo memiliki keyakinan yang sama bahwa pergerakan yang kita ingin bangun adalah pergerakan menjebol mentalitas bangsa yang berada dalam keterjajahan, ketertindasan, ketidakadilan, ketidak merdekaan serta membangun mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka 100 persen. Itulah makna yang paling mendasar dari revolusi mental Ayo Kerja! Sesungguhnya adalah perwujudan praktis dari gerakan revolusi mental yang juga dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak awal pemerintahannya.

Revolusi mental itu bukan hanya untuk rakyat namun harus menjangkau dan mengikat para penyelenggara negara. Para penyelenggara negara memiliki tanggung jawab moral maupun konstitusional untuk bekerja jujur, tanpa pamrih, melayani rakyat secara paripurna. Gerakan Nasional “Ayo Kerja” tidak ingin berhenti pada slogan ataupun perayaan semata, tapi gerakan ‘Ayo Kerja’ ingin menjadi gerakan nyata yang diharapkan mampu membangkitkan semangat rakyat dalam mewujudkan impian Indonesia Merdeka. Gerakan “Ayo Kerja” juga berupaya mendorong partisipasi seluruh rakyat Indonesia untuk terlibat, turun tangan secara bersama-sama mewujudkan impiannya.

Dalam pencanangan Gerakan Nasional “Ayo Kerja” ini, Presiden Joko Widodo menyaksikan pembacaan impian Indonesia 70 Tahun ke depan dari salah seorang perwakilan anak bangsa di ujung paling barat Indonesia. Penulisan impian anak bangsa itu akan disimpan secara rapi dalam “Kapsul Waktu”. Membayangkan Indonesia 70 Tahun ke depan di harapkan bergulir di seluruh pelosok Indonesia: mulai dari desa-desa di pedalaman, kampung-kampung pesisir sampai dengan di kota-kota. Impian seluruh rakyat Indonesia dari 34 Provinsi akan disimpan dalam “Kapsul Waktu” yang rencananya perjalanannya berakhir di Provinsi Papua, tepatnya di ujung timur Indonesia, Merauke. Di Merauke inilah Presiden Joko Widodo akan menuliskan impiannya tentang 70 Tahun Indonesia ke depan dan menyimpannya dalam “Kapsul Waktu”. Membayangkan Indonesia masa depan melalui “Kapsul Waktu”, adalah menuliskan harapan tentang kemajuan dan kejayaan Indonesia Raya. Tugas kita bersama untuk bergerak mewujudkannya. Ayo Kerja! (www.setneg.go.id)