SIAP SUKSESKAN VAKSINASI COVID-19

Galeri Satgas Covid-19

Calendar

August 2021
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Perkembangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung

*Data dapat Berubah Sewaktu – Waktu

20201125_perkembangan covid19

Kasus Konfirmasi Baru : ( + 82 ) +2 Kec. Besuki; +1 Kec. Bandung; +5 Kec. Pakel; +2 Kec. Campurdarat; +5 Kec. Tanggunggunung; +1 Kec. Kalidawir; +5 Kec. Pucanglaban; +5 Kec. Rejotangan; +4 Kec. Ngunut; +3 Kec. Boyolangu; +17 Kec. Tulungagung; +6 Kec. Kedungwaru; +3 Kec. Ngantru; +2 Kec. Karangrejo; +3 Kec. Kauman; +3 Kec. Gondang; +7 Kec. Pagerwojo; +8 Kec. Sendang
Kasus Confirm Sembuh Baru : ( + 80 ) +5 Kec. Besuki; +2 Kec. Bandung; +2 Kec. Pakel; +8 Kec. Campurdarat; +4 Kec. Tanggunggunung; +3 Kec. Kalidawir; +1 Kec. Pucanglaban; +9 Kec. Rejotangan; +5 Kec. Ngunut; +5 Kec. Sumbergempol; +5 Kec. Boyolangu; +7 Kec. Tulungagung; +9 Kec. Kedungwaru; +2 Kec. Ngantru; +3 Kec. Karangrejo; +2 Kec. Kauman; +5 Kec. Gondang; +3 Kec. Sendang
Meninggal Baru : (+4) +1 Kec. Bandung; +1 Kec. Kauman; +1 Kec. Sendang; +1 Kec. Pagerwojo

Vaksin Pertama Covid-19 tiba di Tulungagung

Kedatangan vaksin Covid-19 untuk pertama kalinya di Tulungagung diterima oleh Sekretariat Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Satu mobil Biofarma dengan pengawalan ketat dari BPOM datang membawa 4.400 vial bertuliskan kode No. Batch 202011045 ED: 01-11-2023.
Vaksin Covid-19 Sinovac yang diterima ini merupakan produksi Biofarma Bandung dan telah melewati uji klinis ketat serta pemerintah telah menjamin kehalalan, kesucian dan keamanannya.

Vaksin Covid-19 yang diterima pada tahap pertama akan diberikan pada sasaran prioritas tenaga kesehatan di Tulungagung yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) dan pemberiannya akan berlangsung mulai minggu depan. Terkait hal ini tentunya Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung telah menyiapkan data sejumlah sasaran sesuai data SISDMK dari Kementerian Kesehatan yang memenuhi syarat sehat untuk divaksin dan pelaksanaannya akan dilakukan di tiap Fasyankes.

Mengenai Kick Off atau gerakan pencanangan vaksin di Tulungagung akan dilakukan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Kamis, 28 Januari 2021.

Kedatangan vaksin Covid-19 yang pertama ini merupakan momentum awal dan perlu kita sambut dengan energi positif serta semangat yang positif. Kendati demikian perlu diingat tidak cukup memutus mata rantai penularan Covid-19 hanya dengan vaksin, tetapi masih perlu diterapkan protokol kesehatan 3M hingga pandemi Covid ini dinyatakan berakhir. (chitong/dinkes)

Menurut Fatwa MUI, vaksin Sinovac hukumnya suci dan halal

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menerbitkan fatwa mengenai kehalalan vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Fatwa ini dikeluarkan menyusul diterbitkannya Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (11/1/2021). Dalam Fatwa MUI Nomor: 02 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero), MUI menyatakan bahwa vaksin tersebut hukumnya suci dan halal. Vaksin tersebut juga boleh digunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten. Ada beberapa dasar yang digunakan MUI dalam menetapkan kehalalan vaksin Sinovac tersebut.

Berikut isi lengkap fatwa MUI dikutip dari laman MUI:
Dasar menetapkan kehalalan vaksin Sinovac Pertama, pendapat para ulama, antara lain pendapat Imam al-Zuhri dalam Syarah Shahih al-Bukhari karya Ibnu Baththal yang menegaskan ketidakbolehan berobat dengan barang najis. Kemudian, pendapat Imam al-Nawani dalam Raudlatu at-Thalibin wa Umdatu al-Muftiin yang menjelaskan bahwa sesuatu yang tidak diyakini kenajisan dan atau kesuciannya, maka ditetapkan hukum sesuai hukum asalnya. Selanjutnya, pendapat Qasthalani dalam Irsyadu as-Sari yang menjelaskan, berobat karena sakit dan menjaga diri dari wabah adalah wajib.
Kedua, Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.
Ketiga, Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penggunaan Mikroba dan Produk Mikrobial dalam Produk Pangan.
Keempat, Fatwa MUI Nomor 45 Tahun 2018 tentang Penggunaan Plasma Darah untuk Bahan Obat.
Kelima, Laporan dan penjelasan hasil audit Tim Auditor LPPOM MUI bersama Komisi Fatwa MUI ke Sinovac dan PT Bio Farma tentang proses produksi dan bahan yang merupakan titik kritis sebagai berikut: Vaksin diproduksi dengan platform virus yang dimatikan Fasilitas produksi hanya digunakan untuk produksi vaksin Covid-19 Produksi vaksin mencakup tahapan penumbuhan vero cell (sek inang bagi virus), penumbuhan virus, inaktifasi virus, pemurnian, formulasi, dan pengemasan Sel vero merupakan sel diploid yang digunakan sebagai inang virus. Sel ini diperoleh dari sel ginjal kera Hijau Afika (African Green Monkey) dari hasil penelitian tahun 1960-an dan terbukti aman untuk digunakan sebagai inang virus dan telah disetujui oleh WHO Media pertumbuhan vero cell dibuat dari bahan kimia, serum darah sapi, dan produk mikrobial. Produk mikrobial yang digunakan berasal dari mikroba yang ditumbuhkan pada media yang terbuat dari bahan nabati, bahan kimia, dan bahan mineral Terdapat pengguanan tripsin dan beberapa enzim lainnya dalam tahap produksi dan pemurnian. Enzim yang digunakan merupakan produk mikrobial yang dterbuat dari bahan nabati, bahan kimia, dan bahan mineral Tidak ada penggunaan bahan turunan babi dan bahan yang berasal dari bagian tubuh manusia pada seluruh tahapan proses produksi Dalam penyiapan media untuk produksi skal 1.200 liter ditambahkan air murni sebanyak 1.076 liter. Selain itu, pada tahap formulasi juga ditambahkan air murni sebanyak 930-940 liter per 1.000 liter hasil formulasi vaksin Kemasan primer produk yang digunakan terbuat dari kaca dan karet.

Keenam, pendapat peserta rapat Komisi Fatwa pada 8 Januari 2021 yang menyimpulkan: Proses produksi Sinovac tidak memanfaatkan babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya Proses produksi Sinovac tidak memanfaatkan bagian tubuh manusia Proses produksi Sinovac bersentuhan dengan barang najis mutawassithah, sehingga dihukumi mutanajjis, tetapi sudah dilakukan pensucian yang telah memenuhi ketentuan pensucian secara syar’i Proses produksi Sinovac menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin Covid-19 Peralatan dan pensucian dalam proses produksi dipandang telah memnuhi ketentuan pencucian secara syar’i

Ketujuh, keputusan BPOM yang memberikan persetujuan penggunaan darurat (UEA) dan jaminan keamanan, mutu, serta kemanjuran bagi vaksin Sinovac yang menjadi salah satu indikator bahwa vaksin tersebut memenuhi kualifikasi thayyib. Sebelumnya, Komisi Fatwa telah menetapkan kehalalan dan kesucian vaksin melalui sidang pleno pada Jumat (8/1/2021).

Sumber: https://www.kompas.com

Perbaiki mutu pelayanan, Dinkes Tulungagung luncurkan Sikesta

Bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Kabupaten Tulungagung, pada Senin (30/11) dilaksanakan acara Launching Sikesta dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 56 dan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang ke 815.

Sikesta merupakan sistem informasi terpadu hasil inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung yang terdiri dari beberapa aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sistem Informasi Kesehatan Tulungagung merupakan kepanjangan dari Sikesta, sebuah sistem yang sudah digagas sejak lama untuk mempermudah sistem pencatatan pelaporan secara elektronik yang terpadu sehingga bisa mewujudkan Satu Data Kesehatan Tulungagung.

Dalam acara yang dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, para Kepala Dinas Kesehatan di wilayah karisidenan Kediri, Kepala BPJS Cabang Tulungagung dan juga para direktur rumah sakit serta Kepala Puskesmas se Kabupaten Tulungagung ini, dilaksanakan juga pemberian perhargaan kepada keluarga tenaga kesehatan yang telah berjuang melawan pandemi Covid-19.

Selain itu perhargaan juga diberikan kepada Puskesmas Kedungwaru sebagai penanggungjawab Rusunawa sebagai tempat karantina pasien positif Covid-19 serta 3 puskesmas penyangga dalam penanganan pandemi ini.

Dalam kesempatan ini pula, dilakukan penyerahan hadiah pemenang Lomba Video dalam rangka memperingati HKN ke 56, dimana Puskesmas Ngunut keluar sebagai Juara Video Terbaik. (afs/dinkes)

Kampanyekan Potokol Kesehatan Menuju Gemah Wisata Tangguh

web gemah2Pantai Gemah salah satu tempat wisata di Kabupaten Tulungagung yang sudah dibuka kembali. Keelokan Pantai dan fasilitas yang disediakan menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini membuat animo masyarakat dari berbagai daerah saat hari libur sangat tinggi ingin menikmati keelokan pantai tersebut.

Guna mengampanyekan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di masa pandemi Tim Komunikasi Resiko Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Bersama Pokdarwis Pantai Gemah, Sabtu (24/10/2020) menggalang komitmen bersama Jangan Kendor Protokol Kesehatan. Kegiatan ini juga melibatkan Dharma wanita Persatuan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Muspika Kecamatan Besuki, Pemerintah Desa Keboireng, Puskesmas Besole dan Puskesmas Besuki.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmat, MMRS., dalam sambutannya mengatakan dengan digalangnya komitmen bersama ini menjadi awal Pokdarwis Pantai Gemah untuk tidak kendor mengampanyekan tetap patuhi protokol kesehatan bagi pelapak maupun pengunjung. Harapannya Pantai Gemah menjadi salah satu tempat wisata tangguh covid-19 di Kabupaten Tulungagung.

Acara dilanjutkan dengan pelaksanaan posbindu PTM (penyakit Tidak Menular) bagi pelapak (pedagang), pokdarwis dan pengunjung. Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini juga dilaksanakan pembagian masker dan leaflet edukasi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. (asa/dinkesta)